Selasa, 27 September 2011

"DiaMyRy Taeminie Part 3 "

 Cast :
  • Taemin
  • Nuna
  • +Minho, Lee Teuk
= = = = =
hari ini semua orang sekantor makan bersama di sebuah restoran yang telah di sewa perusahaan. aku duduk disebelah Minho hyung dan didepanku ada Nuna dengan Lee Teuk hyung yang sejak tadi bercanda dan tertawa bersama. sesekali Lee Teuk hyung memegangi kepala Nuna. apa-apaan itu? aku saja tidak pernah seperti itu pada Nuna. Nuna tertawa dan tersenyum bahagia sekali, bukannya aku tidak suka dengan kebahagiaan Nuna. tapi, kenyataan bahwa bukan aku yang membuat Nuna tertawa selepas itu membuat hatiku sakit. kepalaku makin sakit melihat keakraban mereka, entah kenapa aku emosi melihatnya.

BRAKKK!!!!

aku meletakkan gelas dengan keras karna nafsu. mereka bertiga melihatku. Nuna melihatku dengan ekspresi yang tidak bisa aku tebak saat ini. hatiku sakit melihat wajah Nuna sekarang. aku mengerti kalau apa yang aku lakukan tadi benar-benar tidak sopan.

" kenapa Taemin?" tanya Minho hyung.

Nuna terus melihatku tanpa mengalihkan perhatiannya sedetikpun dari wajahku. aku merasa Nuna tidak suka. tenggorokanku tercekat memperhatikan Nuna, memikirkan kalau Nuna tidak suka. air mataku mulai memenuhi pelipis mataku. aku segera berdiri, dan pergi dari sana. aku tak mau Nuna melihatku menangis.

" taemin, mau kemana?" tanya Minho hyung dari jauh.

" toilet" jawabku tanpa menoleh.
_________________________________________

aku membasuh mukaku, melihat sosok diriku terpantul didalam cermin. begitu buruk, penuh rasa iri hati, tidak puas. Ahhh~ aku menghela nafas berat dan panjang.

" kenapa kau ini Taemin?" tanyaku pada diriku yang ada dicermin." Nuna bukan siapa-siapamu, jadi dia bebas mau bercanda atau akrab-akraban dengan siapa saja"

aku terdiam, sakit hati mendengar kata-kataku sendiri. benar, terserah Nuna mau akrab dengan siapa saja. itu hak Nuna. tapi,....kenapa aku tidak rela begini? tidak boleh Taemin...NUNA BUKAN SIAPA-SIAPA. aku meyimpan kalimat itu dalam-dalam didasar hati, hanya untuk menyemangati diriku yang terpuruk. aku membasuh muka sekali lagi, membasahi sebagian rambutku agar terasa segar. aku menepuk-nepuk mukaku, menata air mukaku seceria mungkin. agar Nuna tidak kwatir memikirkanku. ya kalau Nuna memikirkanku. setelah beberapa lama akupun keluar dari dalam toilet.

" Taeminie~" Sapa Nuna yang menunggu di depan toilet cowok.

aku menyipitkan mataku, memperhatikan sosok yang mirip dengan Nuna dan sekarang sedang menyapaku.
aku sedikit tidak percaya ini, sosok ini benar-benar mirip Nuna.

" Taeminie, kenapa mukamu begitu?" tanya Nuna kaget. jadi ini beneran Nuna.

" Nuna? sedang apa?" tanyaku penasaran. aku sedikit bahagia melihat Nuna tidak dengan siapa-siapa.

" menunggumu Taeminie~" jawab Nuna kemudian menyentuh leherku, lalu menyentuh pipiku dengan lembut.

" ada apa Nuna?" tanyaku penasaran. aku senang Nuna menyentuhku begini, tapi apa alasannya?

" kau tidak merasakan? Taeminie, badanmu panas sekali. pantas dari tadi kau aneh sekali?"  jawab Nuna kwatir.

Nuna terus memeriksa suhu tubuhku. Nuna tersenyum, tapi senyum kwatir yang diperlihatkan oleh Nuna.
akupun jadi ikutan menyentuh leher dan pipiku. benar kata Nuna sepertinya badanku panas. ugh~ begitu aku menyadari suhu tubuhku, kepalaku makin sakit rasanya. aku langsung jongkok karna tak tahan berdiri terus. dada dan perutku rasanya mual.

" Taeminie~" teriak Nuna kaget melihatku tiba-tiba jongkok.

Nuna jadi ikutan jongkok. Nuna memegangi tanganku, tangan Nuna berkeringat, aku menegakkan kepalaku sekedar ingin tahu bagaimana wajah Nuna sampai tangannya keringatan begini. aku tersenyum. wajah Nuna kwatir sekali. aku senang Nuna mengkwatirkanku. Nuna menjitak kepalaku.

" auuu~" erangku kesakitan

" kenapa kau malah tersenyum? aku cemas tahu!!!" tanya Nuna dengan nada cemas.

aku tahu kok Nuna cemas, makanya aku tersenyum karna senang. aku bahagia Nuna. Nuna berpindah tempat. yang semula jongkok di depanku, sekarang jongkok di sebelahku.

" taemin geserlah badanmu sampai kesudut tembok, biar kau istirahat sejenak" katanya Nuna.

aku melaksanakan perintah Nuna, aku menggeser badanku yang lemas dengan bantuan Nuna. aku menyandarkan badanku ketembok, meletakkan kepalaku di pundak Nuna. Nuna melihatku, kemudian tersenyum. Nuna lalu mengusap-usap rambutku. Nuna mengeluarkan Hpnya, Nuna tampak akan menelfon seseorang.

" Nuna menelfon siapa?" tanyaku sedikit ketus pada Nuna. Nuna kaget mendengarnya.

" kenapa Taemin? aku menelfon Lee Teuk oppa, agar dia menolongmu"

" oppa siapa? tidak usah di telfon, aku tidak mau!!!"

" kau ini kenapa? aku melakukannya juga untukmu"

" aku lebih senang kalau berdua saja dengan Nuna"

" Badanmu lagi sakit Taeminie, ijinkan aku untuk menolongmu" teriak Nuna kwatir. aku terdiam, berfikir sejenak.

"Minho hyung saja, cari nomernya di Hp ku" jawabku pada kekwatiran Nuna. aku menyerahkan Hpku pada Nuna. tak lama Nunapun mulai bercakap-cakap tentang keadaanku sekarang. nada Nuna tampak kwatir.

" Minho segera kemari" kata Nuna sambil memencet tombol merah. aku menggengam kembali tangan Nuna dengan erat. Nuna tersenyum kemudian mengusap-usap rambutku.

" dasar anak manja" kata Nuna yang terakhir kudengar sebelum aku tak sadarkan diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar