Minggu, 02 Oktober 2011

"DiaMyRy Taeminie Part 5 "

cast :

  • Taemin
  • Nuna
= = = = =

" Taeminie, berapa umurmu?" Tanya Nuna menatapku serius.

aku menghentikan jariku yang sedang main game di Hp Nuna. aku menoleh ke arah Nuna.

" Nuna tidak tau?" aku menjawab dengan pertanyaan lainnya. Nuna menjitak kepalaku.

" kau ini di tanya, malah balik tanya"

" Nuna jangan suka pukul kepala, Nanti aku bisa Baboo!!!"

" Sekarang saja sudah Babo!! sudahlah jawab pertanyaanku"

" 18, Nuna"

" Lalu berapa umurku?"

aku menyipitkan mataku. aku tidak mengerti maksud pertanyaan Nuna. Nuna ini sedang eror kayaknya.

" Nuna hilang ingatan ya? masa, umur sendiri lupa?"

Tangan Nuna sudah siap-siap mau menjitak kepalaku lagi.

" Aish~ baiklah Nuna. umur Nuna 21 Tahun. Nuna sudah ingat?"

" aku tidak lupa"

" lalu kenapa Nuna tanya-tanya? Ah~ Baboo!!!"

" siapa yang kau maksud Babo?" Nuna menatapku.

bagaimana ini, aku mau jawab kalau yang babo itu Nuna. tapi,...

" aku yang Babo!!!" kataku akhirnya ,habis aku gak berani ngomongnya. aku melanjutkan main game lagi.

" kenapa kau bisa tau umurku, Taeminie?" tanya Nuna.

aku menoleh kearah Nuna yang sedang menonton televisi.

" karna aku suka Nuna, apapun tentang Nuna aku tau" jawabku supaya terlihat keren.

tapi, Nuna tidak bereaksi sama sekali. kecewa aku jadinya. aku berfikir lalu aku mendekatkan mulutku ketelinga Nuna.
" ukuran bra Nuna, aku juga tau" bisikku pada Nuna. Nuna dengan cepat menjitak kepalaku lagi.

" Kau ini..."

" hehe..."

Nuna menoleh kearah televisi lagi. aku manyun, kayaknya Nuna lebih senang melihat acara televisi dari pada melihatku. aku berdiri didepan Nuna. menghalangi matanya melihat televisi.

" aishh~ Taeminie...kau jangan menutupi televisi"

tangan Nuna mendorong-dorong badanku, aku tidak mau bergerak dari sana. aku tidak akan kalah dari televisi.

" baiklah, kau menang Taeminie...kau mau apa sekarang?"

aku tersenyum senang. aku kemudian jongkok di depan kaki Nuna. Nuna memperhatikanku, kemudian tersenyum.

" wajahmu mirip seperti anak anjing yang mau dimanja" kata Nuna tertawa kecil.

" aku memang mau dimanja" jawabku kemudian duduk kembali di sofa.

aku merebahkan kepalaku di pangkuan Nuna. mata Nuna langsung menatap televisi lagi begitu aku tak menghalanginya. aku menangkap wajah Nuna dengan kedua tanganku. Nuna jadi melihatku sekarang.

" Nuna lihat sini dulu, aku mau tanya"

" tanya apa?" tanya Nuna lembut. Tangan Nuna di letakkan di atas rambutku. aku tersenyum.

" kenapa Nuna tadi tanya-tanya umur?"

" Taeminie...kamu ke rumahku mau apa?" tanya Nuna tiba-tiba.

benar juga, aku hampir lupa tujuanku kesini. aku sekarang ada di rumah Nuna. Nuna tinggal sendiri. karna hari ini aku libur gak ada kerjaan, dan Nuna juga libur karna hari minggu. aku segera bangun dari pangkuan Nuna lalu mengambil tasku yang tadi aku bawa. aku mengambil dua buah kaos dari dalam tasku. aku tunjukkan pada Nuna. Nuna melihat kaos-kaos itu.

" bagaimana Nuna?"

" apanya?"

" aku cocok pakai warna hitam atau putih?"

Nuna melihat kedua kaos itu secara bergantian. Nuna terdiam, tampak berfikir.

" putih" jawab Nuna singkat.

" Nuna gak tanya mau kemana?"

Nuna menyipitkan matanya. kemudian tersenyum.

" Mau kemana Taeminie?" tanya Nuna setengah tertawa.

" Kencan" jawabku semangat.

aku menyimpan kembali kaos warna hitam di dalam tasku. Nuna hanya berkata " Oh " setelah mendengar jawabanku.aku melepas kemeja yang aku pakai.

" Ya!!! Taeminie, kenapa kau ganti disini"

" aku hanya ganti atasan saja, gak ganti celana. Nuna gak perlu panik gitu" kataku sambil mengenakan kaos putih pilihan Nuna. Nuna memperhatikan kaosku sekali lagi.

" I love Her?" guman Nuna setelahnya. aku melihat tilisan di kaosku. Nuna melihatku dengan pandangan bertanya-tanya. " jangan-jangan itu kaos pasangan?"

" iya..."

aku mengambil pasangan kaos yang aku kenakan. warnanya sama putihnya, bedanya di kaos ini tulisannya " I LOVE HIM " aku menyerahkannya pada Nuna. Nuna melihat kaos itu.

" Nuna tidak ganti baju?"

" HAAAHHH?"

" Nuna ini bagaimana sih, bukannya tadi aku sudah bilang mau kencan?"

" lalu apa hubungannya denganku?"

" kan Nuna yang akan kencan denganku"

" Kau ini!!! jangan seenaknya saja, lagipula apa-apaan kaos ini?"
________________________________________________

aku berhasil mengajak Nuna pergi kencan akhirnya. tapi, Nuna tidak mau menggunakan kaos yang aku berikan padanya. Norak katanya. jadi, cuma aku yang mengenakan. dasar Nuna ini gak kompak.

" Nuna, Film yang ini saja!!!" aku menunjuk poster film romantis.

kata temenku yang sudah menonton, banyak adegan kissnya. Nuna melihat yang aku tunjuk, lalu melirik poster film di sebelahnya. aku jadi ikutan melirik yang di sebelahnya.

" aku tidak mau nonton film horor Nuna" kataku sebelum Nuna memintanya.

" Lho? Kenapa?"

" kencan ya film romantis donk Nuna!!!"

" aku pulang aja deh!!!" kata Nuna di buat-buat.

Nuna menggodaku dengan maksud mengancam nih. aku manyun melihat Nuna. aku berfikir sejenak.

" baiklah Nuna, aku kalah" jawabku lemas.

Nuna mencium sekilas bibirku lalu berjalan menuju loket. Aku langsung jongkok, badanku terasa lemas setelah di cium Nuna. aku menyembunyikan wajah merahku diantara kedua tanganku. wajahku terasa panas. apa-apaan itu tadi? Nuna menciumku? benarkan? bukan mimpi? aku senang sekali. perasaan bahagiaku terasa meluap-luap sekarang. aku mengangkat kepalaku. melihat Nuna yang antri di depan loket. Nuna menoleh kearahku, kemudian tersenyum. aku jadi ikut tersenyum.

" Taemin..sedang apa kau jongkok lama-lama disitu?" Nuna berkata lembut padaku.

aku berdiri kemudian berjalan menuju Nuna. tunggu, tadi Nuna memanggilku ' Taemin? ' bukan ' Taeminie '

" kenapa Nuna mengubah cara memanggilku?" tanyaku.

" memang aku tadi manggil gimana?"

Nuna sepertinya juga tidak sadar kalau cara panggilnya berbeda.

" Nuna memanggil ' taemin ' bukan ' taeminie ' seperti biasanya"

" kau ingin aku memanggilmu apa?"

" Yeobo?" usulku semangat pada Nuna. Nuna langsung melihat kearah lain. " Nuna aku cuma bercanda, jangan marah ya?"

Nuna melihatku, kemudian mengusap-usap kepalaku.

" memangnya aku tukang marah?"

aku melihat kearah Nuna. memperhatikan tinggi Nuna. aku tersenyum.
Hehe... aku bangga karna aku lebih tinggi dari Nuna. walaupun tinggiku tak jauh beda dengan Nuna.

" aku lebih hebat dari Nuna" gumanku tiba-tiba.

"apanya?" tanya Nuna gak ngerti.

dibalik sikap Nuna yang kuat, ternyata Nuna seorang gadis yang bertubuh kecil. aku mendekap Nuna di dalam pelukanku. badan Nuna kecil banget. jadi gemes. Nuna menjitak kepalaku.

" Taeminie, Baboo!!!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar